Sambutan Pimpinan Pondok Modern Gontor KH Hasan Abdullah Sahal pada acara Puncak Resepsi Kesyukuran Peringatan 90 tahun Gontor

Kh hasan abdullah sahal

Pokok-Pokok Sambutan Pimpinan Pondok Modern Gontor KH Hasan Abdullah Sahal pada acara Puncak Resepsi Kesyukuran Peringatan 90 tahun Gontor.
Auditorium BPPM, 19 September 2016

1. Selamat datang kami ucapkan kepada Presiden RI sebagai keluarga, menginjakkan kaki di Gontor dengan leluasa. Karena memang silsilah Gontor ini ada juga yang dari Solo. Dan konon presiden belajar ngaji dari alumni Gontor.

2. Tadi saya salaman, begitu erat dengan Presiden, apakah ini mimpi atau tidak, karena hari-hari ini kami dagdigdug apakah jadi atau tidak Presiden berkunjung ke Gontor. Semua Presiden pernah berkunjung ke Gontor, dan tahun ini kita berharap cemas apakah pondok ini masih layak dikunjungi Presiden. Karena itu kunjungan Presiden membesarkan hati kami dan menunjukkan kami masih dihargai dan dianggap eksis untuk bersama-sama membina Indonesia. Kami menunggu Bapak Presiden serta yang lain untuk berkunjung kembali untuk membesarkan hati anak-anak kami. Mohon doanya, anak-anak kami nanti bisa menjadi presiden dan bisa menjadi pendidik bagi presiden-presiden di seluruh dunia.

3. Kita doakan Bapak Jokowi bisa menjadi muslim yang baik, yang bisa menjalankan tugas dengan baik, mendidik umat dan bangsa ini menuju kemajuan, mudah-mudahan diberikan kesehatan yang baik.

4. Kami undang Bapak Presiden beserta jajaran pemerintahan ke Gontor untuk ikut bersyukur atas perjalanan panjang Pondok Modern Gontor hingga berumur 90 tahun hari ini. Dadi awal hingga sekarang pondok ini alhamdulillah selalu bersama Pemerintah. Kita didik anak-anak untuk selalu anti penjajah dan penjajahan.

5. Tema peringatan 90 tahun Gontor adalah mengestafetkan nilai-nilai perjuangan Pondok untuk kejayaan Bangsa dan Umat. Kita menggunakan istilah mengestafetkan dan bukan mewariskan. Kalau mewariskan biasanya diambil setelah orangnya meninggal. Tetapi mengestafetkan dimulai dari sekarang tidak menunggu para pimpinan dan guru-guru senior meninggal. Sebelum kita tiada, nilai-nilai perjuangan pondok sudah diestafetkan kepada para kader. Dengan demikian, mereka sudah siap seandainya kami-kami ini dipanggil. Sebelum patah sudah tumbuh, sebelum hilang sudah berganti.

6. Kami ini masih jauh. Perjalanan jika diibaratkan mau ke Jakarta, baru sampai Ponorogo. Kita masih terus membangun UNIDA dengan Fakultas Teknik, Kedokteran, Pertanian, dan sebagainya agar lulusannya bisa mewarnai bangsa Indonesia.

7. Pondok ini selalu memperjuangkan nilai-nilai empat pilar kebangsaan, bahkan lebih. Kami memperjuangan Pancasila, UUD 45, Bhinneka Tunggal Ika, dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia dalam setiap derap langkah kehidupan kami. Kami selalu mendidik anak-anak agar berguna bagi bangsa dan negara.

8. Pondok ini sudah menjadi wakaf umat, bukan milik keluarga. Maka pondok ini menjadi tanggung jawab kita umat Islam seluruh dunia. Amanat inilah yang harus kita pukul bersama. Pondok ini masih banyak kekurangan, tetapi kita akan terus bergerak dan membangun sesuai kemampuan kita.

9. Memohon kepada Presiden untuk meresmikan rehabilitasi Menara Masjid Gontor yang sudah cukup berumur. Kita akan bangun menara ini sekuat tenaga kita.

Salam, @akbarzainudin (penulis Man Jadda Wajada)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s